Meningkatkan Hasil Belajar Tema Organ Gerak Hewan dan Manusia Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Siswa Kelas V SD Inpres Ampiri Kabupaten Barru

Authors

  • Ihade Ihade (1) SD Inpres Ampiri, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan

DOI:

https://doi.org/10.53696/27219283.65

Keywords:

hasil belajar, organ gerak hewan dan manusia, model pembelajaran, discovery learning

Abstract

Tes diagnosis pada pembelajaran tema satu organ gerak hewan semester satu tahun pelajaran 2019-2020, menunjukkan hanya 67,64% kategori rendah, dengan tuntas belajar 6 orang dengan persentase 54,5% dari jumlah peserta didik 11 orang, tidak mencapai kualitas rerata minimal 70 atau minimal cukup dengan tuntas belajar klasikal minimal 80% yang mencapai nilai KKM 70. Kemampuan guru hanya mencapai 58,33% dan aktivitas belajar peserta didik hanya mencapai 54,55%, tidak mencapai standar keberhasilan tindakan lebih besar 62,5% atau minimal baik. Solusi penyelesaian masalah, melaksanakan model pembelajaran Discovery Learning pada pembelajaran tema organ gerak hewan dan manusia. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model dari Kemmis & Taggart (dalam Sugiarti, 1997: 6), yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Subyek penelitian ini adalah 12, lima orang laki-laki, tujuh orang berjenis perempuan. Data kualitatif dikumpul melalui lembar observasi aktivitas peserta didik dan kemampuan guru, sedang data kuantitatif dikumpul melalui tes hasil tindakan tiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar peserta didik meningkat skor rata-rata siklus tiga adalah 80,45 kategori baik dengan tuntas belajar 9 orang dengan 81,8% dari total 11 orang peserta didik, dibandingkan rerata skor siklus dua 68,73 kategori kurang, meningkat secara positif selisih 11,72% dan kategori baik siklus tiga dari kurang siklus dua. (2) Kemampuan guru meningkat skor persentase selisih 19,44% dan kategori baik siklus tiga dari cukup siklus dua. (3) Aktivitas peserta didik meningkat skor persentase selisih 20,45% dan kategori baik siklus tiga dari cukup siklus dua.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Y. (2014). Desain Sistem Pembelajaran Dalam Konsteks Kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama

Arikunto, S. (2007). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara

Indah, O. D., Suhardi, S., & Ramadhana, M. A. (2021). Pendampingan dan praktek pembuatan media pembelajaran bagi mahasiswa PGSD Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal Abdimas Indonesia, 1(1), 12-17. Retrieved From Https://Www.Dmi-Journals.Org/Jai/Article/View/45

Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. (2017). Tema 1. Organ Gerak Hewan Dan Manusia Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Buku Guru SD/MI Kelas V. Revisi 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan

Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. (2017). Tema 2. Organ Gerak Hewan Dan Manusia Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Buku Siswa SD/MI Kelas V. Revisi 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan

Milles & Huberman. (1992). Analisis Data Kualitatif. Terjemahan Rohendi Rohidi. Jakarta: Universitas Indonesia

Sani, A. R. (2015). Pembelajaran Saintifik Utnuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: PT Bumi Aksara

Purwanto, N. M. (2002). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya

Sugiarti, T. (1997). Penelitian Tindakan Kelas. Makalah Disajikan Dalam Pelatihan Peningkatan Kualifikasi Guru S1 PGSD. Universitas Jember

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Widoyoko, E. P. S. (2012). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yokyakarta: Pustaka Pelajar

Published

2021-07-11

How to Cite

Ihade, I. (2021). Meningkatkan Hasil Belajar Tema Organ Gerak Hewan dan Manusia Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Siswa Kelas V SD Inpres Ampiri Kabupaten Barru. Jurnal Sinestesia, 11(1), 60–68. https://doi.org/10.53696/27219283.65

Issue

Section

Articles