Perilaku Insecure Pada Anak Usia Dini

Authors

  • Sabarrudin Sabarrudin (1) Institut Agama Islam Negeri Batusangkar
  • Orin Andariska (2) Institut Agama Islam Negeri Batusangkar
  • Wahidah Fitriani (3) Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Keywords:

Perilaku Insecure, Anak Usia Dini, Perilaku Pemalu

Abstract

Perasaan tidak aman (insecure) inilah yang pada akhirnya mendorong anak untuk membuat "topeng" untuk dirinya sendiri agar orang lain tidak dapat melihat sisi lain yang ingin ia sembunyikan. Dengan kata lain, dia berusaha menutupi sisi lain dengan melakukan sesuatu yang menurutnya bisa membuatnya terlihat lebih baik di mata orang lain. Di sinilah kita sering menjumpai anak kecil dengan kepribadian seperti kecemasan, pengecut, rasa bersalah, rasa malu, yang menurut para ahli sering disebut sebagai “neurotik” atau “ketidakamanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku insecure pada anak usia dini yaitu perilaku pemalu. Penelitian ini dibuat dalam bentuk literatur review dengan menggunakan database berupa Google scholar. Literatur yang digunakan dalam bentuk Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dalam waktu 8 tahun terakhir dan dapat diakses secara penuh. Berdasarkan hasil dari literatur review, ditemukan  Malu berasal dari kata malu, yang berarti merasa sangat buruk (hina, rendah diri, dll), karena telah melakukan sesuatu yang buruk (tidak baik, karena kebiasaan dan memiliki cacat atau cacat). Sedangkan pemalu artinya orang yang mudah bergaul (yang sifatnya pemalu).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hadisi, L. (2015). Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini La Hadisi. Jurnal Al-Ta’did, 8(2), 50–69. http://repository.iiq.ac.id/handle/123456789/228

Khoerunnisa, S. (2021). Pemalu Pada Anak Usia Dini. Research in Early Childhood Education and Parenting, 01(02), 87–92.

Mu’awwanah, U. (2017). Perilaku Insecure Pada Anak Usia Dini. As-Sibyan, 2(1), 47–58.

Noor, T. (2018). Rumusan Tujuan Pendidikan Nasional Pasal 3 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003. Wahana Karya Ilmiah Pendidikan, 2(1), 123–144.

Novikasari, M., Ali, & Halida. (2015). Peranan Guru Dalam Mengatasi Anak Pemalu di Raudhatul Athfal Dharma Wanita Kementrian Agama. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4(5), 1–18.

Nurfajani, D. (2021). Analisis Permasalahan Anak Pemalu Pada Usia 5-6 Tahun di Kelompok B TK FKIP Unsyiah Banda Aceh. UBBG, 2(1).

Priyanto, A. (2014). Pengembangan Kreativitas Pada Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Bermain. Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif, 0(2).

Rahmah, R. A. (2020). Perasaan Insecure Pada Masa Covid-19 Mengakibatkan Maraknya Orang Menjual Produk Kecantikan. SocArXiv Papers, 23(99), 2. hppts./jiwaraga.com

Sinaga, R. (2018). Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 5(2), 180. https://doi.org/10.33550/sd.v5i2.89

Tiara Dewi, Muhammad Amir Masruhim, R. S. (2016). Pengaruh Teknik Role Playing Terhadap Sikap Pemalu Anak Usia 4-5 Tahun Di Kelas A Paud Al-Khair Lingkungan Udayana Mataram Tahun Pelajaran 2019/2020. Laboratorium Penelitian Dan Pengembangan Farmaka Tropis Fakultas Farmasi Universitas Mualawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, 5(April), 5–24.

Trijayanti, S. (2019). Peranan Orang Tua Dalam Mengatasi Sifat Pemalu Pada Anak. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 53–57.

Published

2022-06-30

How to Cite

Sabarrudin, S., Andariska, O., & Fitriani, W. (2022). Perilaku Insecure Pada Anak Usia Dini. Jurnal Sinestesia, 12(1), 224–232. Retrieved from https://sinestesia.pustaka.my.id/journal/article/view/188

Issue

Section

Articles