Eufemisme Dalam Acara Mata Najwa di Trans 7 Episode “Disiksa di Penjara”
Keywords:
Semantik, Eufemisme, Mata NajwaAbstract
Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bentuk eufemisme dalam diskusi acara Mata Najwa di Trans 7 episode “Disiksa di Penjara”. Jenis penelitian ini yakni pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deksriptif untuk menjabarkan apa adanya berdasarkan fakta. data dalam penelitian ini yakni kata-kata yang termasuk kedalam bentuk eufemisme yang dianalisis secacara deskriptif dengan menggunakan teori Sutarman (2017) melalui tiga tahapan yakni, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan yang digunakan yakni teknik triangualsi para penyidik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penggunaan eufemisme antara lain: bentuk singkata, bentuk serapan, bentuk istilah asing, bentuk metafora, dan bentuk perifrasis. Penelitian ini juga memaparkan Bentuk yang dominan digunakan dalam acara Mata Najwa yakni bentuk metafora, hal ini terjadi karena bentuk tersebut sering digunakan para masyarakat untuk menyamarkan makna yang ingin disampaikan. Sedangkan bentuk yang minim digunakan yakni bentuk istilah asing, hal ini terjadi karena tidak semua masyarakat mampu menguasai bahasa asing. Eufemisme merupakan bentuk penggunaan gaya bahasa yang dipakai untuk memperhalus kata-kata yang dirasa kasar atau tidak pantas diucapkan maupun didengarkan oleh orang lain. Hal ini dilakukan agar komunikasi satu sama lain tetap berjalan lancar, contohnya seperti diskusi, debat dan lain sebagainya. Penggunaan eufemisme ini dapat mengurangi konflik-konflik yang timbul akibat kesalahpahaman dalam berkomunikasi atau menyampaikan informasi.
Downloads
References
Chaer, A. (2013). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Kelima. Jakarta: Rineka Cipta
Depdiknas. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Luar Jaringan (offline). Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional.
Fadjarajani, D. (2020). Metodologi Penelitian: Pendekatan Multidispliner. Gorontalo: Ideas Publishing
Mamik. (2015). Metodologi Kualitatif (pertama). Sidoarjo: Zilfatama.
Maryam, S. (2016). Stres Keluarga: Model Dan Pengukurannya. Jurnal Psikoislamedia. 1(2). 335-343
Muhammad, M.M. (2017). Eufemisme didalam Surat Kabar. Sleman: Deepublish
Mukhtazar. (2020). Prosedur Penelitian Pendidikan (Cetakan pertama). Yogyakarta: Absolute media.
Nursilawati, M., Nurhasana, E., & Triyadi, S. (2021). Analisis Eufemisme pada Kolom Detik.com terkait Covid-19 dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah. Univesitas Singaperbangsa Karawang. Jurnal Literasi, 5(4), 317-325.
Riswadi, K., Drawis, M., & Bandung, T. (2021). Penggunaan Gaya Bahasa Eufemisme pada Pernyataan Resmi Presiden Jokowi Periode 2014-2019. Jurnal Ilmu Budaya, 9(2), 186-193.
Siyoto, S. & Sodik, A. (2015). Dasar Metodologi Penelitian (Cetakan 1). Yogyakarta: Literasi Media Publishing.
Sutarman. (2017). Tabu Bahasa dan Eufemisme (cetakan ke). Surakarta: Yuma Pustaka.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Nurul Dwi Siswati, Noni Andriyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
